Simposium Kebudayaan Indonesia – Malaysia (SKIM) diselenggarakan secara bergantian sejak tahun 1985 antara Universitas Padjadjaran Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Kerjasama dua arah ini menjadi wahana pertemuan antara dua negara bertetangga untuk membincangkan isu-isu kebudayaan dalam perspektif konsep, teori, dan metodologi. Perbincangan isu kebudayaan yang sedemikian ini dilakukan sejak pelaksanaan SKIM I hingga SKIM XI, dengan tema-tema yang diajukan saling berkaitan dan bersambung dari satu tema SKIM ke tema SKIM berikutnya.
SKIM XI yang diselenggarakan oleh UNPAD pada tahun 2009 membahas dan mengupas tema “Pembangunan untuk Kesejahteraan dan Perdamaian: Pengalaman Indonesia dan Malaysia”. Tema ini membincangkan pengalaman kedua negara di dalam menghadapi isu-isu pembangunan yang memberikan nilai bagi kesejahteraan dan perdamaian kepada masyarakatnya, tetapi dalam simposium kali ini isu modal insan ke arah kesejahteraan akan dikemukakan dan diperbincangkan.
Sebelum ini, apabila dikatakan tentang modal, hanya akan dilihatnya sebagai aspek kebendaan seperti keuangan, bangunan dan benda material lainnya. Namun kini, di era abad ke-21, manusia juga dilihat sebagai modal, yaitu modal insan. Sehubungan dengan itu, kebanyakan negara sekarang amat mementingkan pembentukan modal insan untuk pembangunan pelbagai sektor. Manusia dilihat sebagai modal insan dan merupakan asset tenaga yang sungguh penting dan bermakna pada kegiatan ekonomi, pembangunan negara dan kemajuan suatu bangsa di dunia. Modal ini perlu digilap, dibangunkan dan diuji bagi menentukan kemampuannya sebelum dimanfaatkan.
Bertolak dari realitas dan pemikiran seperti itu, muncul berbagai persoalan menarik untuk dibincangkan dalam SKIM XII. Dalam kerangka itulah maka tema SKIM XII, yaitu: “Pemerkasaan Modal Insan: Ke Arah Kesejahteraan Serantau”. Wajar tema itu dibicarakan dan dibahas agar dapat memberikan sumbangan besar bagi pembangunan spiritual maupun fisik di kedua negara ini. Dalam bidang pendidikan misalnya, belum pernah diperbincangkan isu yang berkaitan dengan modal insan terutama yang melibatkan Malaysia dan Indonesia. Dengan peningkatan jumlah penduduk berpendidikan tinggi, dikhawatirkan akan menimbulkan kesan negatif seperti pengangguran, masalah sosial sehingga dapat mencetuskan keadaan kurang aman. Demikian pun, hal yang berkenaan dengan modal insan seperti dalam bidang pertahanan, keselamatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial sudah sepatutnya dibahas dalam smposium kebudayaan ini untuk mendapatkan gambaran yang nyata dari modal insan di kedua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia.